Featured

SEJARAH BESUKI

Secara administratif, Besuki masuk wilayah kecamatan di Kabupaten Situbondo, namun budaya dan dialek bahasa Madura masyarakatnya justru sama dengan orang di Kabupaten Bondowoso.

Masyarakat Besuki dan Bondowoso memiliki budaya dan dialek yang sama dengan masyarakat di Pamekasan, Madura, sedangkan masyarakat di wilayah Panarukan, Kabupaten Situbondo ke timur memiliki kesamaan budaya dengan Sumenep. Kesamaan budaya itu, menurut tokoh masyarakat Besuki, karena kedekatan Ke Pate Alos, demang pertama di Besuki dengan pembabat Alas di Bondowoso, yakni Ki Bagus Asra atau dikenal Ki Ronggo.

Kota Besuki, memiliki letak yang sangat strategis karena berada di perlintasan utama kota besar di Jawa, seperti Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya menuju – Bali lewat jalur darat. Kota kecamatan yang kini menjadi bagian dari Kebupaten Situbondo, Jawa Timur itu sebetulnya memiliki sejarah panjang sebagai salah kota penting di Nusantara ini.

Sejarah Kota Besuki bermula dari diangkatnya Raden Bagus (RB) Kasim Wirodipuro sebagai demang pertama di Besuki. Kasim kemudian dikenal dengan nama Ki Pati Alos dan masyarakat Besuki menyebut Ke Pate Alos. RB Kasim dilantik menjadi Demang Besuki oleh Tumenggung Joyo Lelono yang berkedudukan di wilayah Kabupaten Probolinggo sekarang. Beliau dilantik pada Sabtu manis, 8 September 1764 M, atau 12 Robiul Awal 1184 H. Pada Saat itu lah Nama Besuki di sebut sebut.

Tumenggung Joyo Lelono pernah berpesan, dengan nama Besuki, maka siapa yang berniat jelek terhadap Ke Pate Alos, maka perbuatan itu akan kembali ke dirinya sendiri. Mengenai arti Besuki itu sendiri, saya belum mendapat kejelasan.


Dalam perkembangannya, pemerintahan pimpinan Ke Pate Alos, Besuki bertambah maju. Ke Pate Alos yang memimpin kademangan itu dengan berlokasi di utara alun-alun Besuki atau dikenal sebagai “Dalem Tengah” mendapatkan penghargaan dari Tumenggung Joyo Lelono.

Ke Pate Alos kemudian dilantik menjadi Patih Besuki pada tahun 1764. Dengan pengangkatan itu, maka status Besuki sebagai wilayah kedemangan naik menjadi setingkat kabupaten.

Pada perkembangan berikutnya, menurut dia, Besuki digadaikan oleh Belanda kepada seorang saudagar Cina muslim di Surabaya bernama, Han Boei Sing, sekitar tahun 1770. Diduga Belanda menggadaikan wilayah Besuki karena membutuhkan uang dalam jumlah banyak.

Namun belum ditemukan fakta berapa nilai uang yang diterima Belanda saat itu. Karena Besuki berada di bawah kekuasaan Han Boei Sing, maka ia mengangkat seorang wali dengan pangkat Ronggo di Besuki dan berlanjut hingga sekitar enam Ronggo. Ronggo itu adalah pangkat.

Menurut dia, pada saat Ronggo di Besuki dijabat oleh Suro Adiwijoyo yang juga Cina muslim, pada sekitar tahun 1805, didirikan bangunan bersejarah di Besuki, seperti gedung keresidenan dan kewedanan serta masjid jamik,” katanya.

Besuki kemudian ditebus oleh Gubernur Jenderal Raffles pada tahun 1813 senilai 618.720 Gulden. Data itu ia dapatkan dari catatan yang ditulis J. Hageman, J. Cz. dengan titel Soerabaia, Februari 1864.

Sekitar 13 tahun sebelum tebusan itu dilakukan, Ke Pate Alos meninggal. Pemerintah selanjutnya diteruskan oleh anak keturunannya. Ke Pate Alos dimakamkan di Kauman Barat atau Kampung Arab, Besuki.

Makam itu kini dikeramatkan dengan dikunjungi banyak orang untuk ziarah. Pada setiap malam jumat, Moh. Hasan Nailul Ilmi memimpin istighasah di makam tersebut bersama ratusan jamaahnya.

Namun, kemungkinan tidak banyak dari peziarah itu tahu, bahwa Ke Pate Alos itu dulunya pernah menjadi ‘penguasa’ di Besuki, kota tua yang dulu pernah “tergadaikan”

Sumber: http://sitoebondotempodoeloe.blogspot.com/2009/09/dari-besukike-hari-jadi-kota-situbondo.html 

BESUKI TEMPO DULU

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Besuki,_Situbondo 

HARI JADI BESUKI

Kegiatan HJB adalah serangkaian acara yang diselenggarakan untuk meengenang hari lahir dan berdirinya Besuki, Besuki secara resmi berdiri pada tanggal 8 September 1764, tanggal peristiwa yang diambil adalah pengangkatan Raden Wirobroto dan pemindahan kademangan dari Demung ke Besuki sekaligus menjadi patih dari Kadipaten Banger (Probolinggo).

Rangkaian acara yang diselenggarakan di HJB, yaitu:

1)Napak Tilas

Tabur bunga di makam Bupati pertama Besuki(kiri) dan di makam Ke Pate Alos(kanan), komunitas sepeda ontel.
Sumber:Panitia HJB

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengenang proses perpindahan Ke Pate Alos dari Demung (Tanjung) ke Besuki. Peserta napak tilas diharapkan menggunakan baju adat atau baju komunitas atau bias juga mengenakan baju Tempo dulu.
Kegiatan napak tilas juga termasuk proses Tabur bunga di makam Ke Pate Alos dan Tegal Mas.

2)Tasyakuran

Ancak Agung Gunungan. Sumber:Panitia HJB

Ancak agung berupa gunungan yang berasal dari hasil panen warga Besuki yang juga dikombinasikan dengan hasil nelayan.

3)Karnaval

liong dan barongsai serta kendaraan seni. Sumber:Panitia HJB

Paserangkaian penampilan masyarakat Besuki untuk memeriahkan Hari Jadi Besuki

4)Kirap Pusaka

Sumber:Panitia HJB

Kegiatan Kirab Pusaka dimulai dari eks perumahan Bupati I menuju Pemakaman Tegal Mas di Desa Bloro yang merupakan makam Bupati Pertama Besuki periode 1788 – 1844 yaitu Raden Ario Bambang Sutikno (Pangeran Adipati Ario Prawiro Adhie Ningrat) beserta leluhur dan para pembabat Kota Besuki.

5)Malam Pagelaran Seni

Sumber:Panitia HJB

Malam pagelaran seni merupakan puncak acara berupa musik, tari tradisional dll

WISATA BESUKI

WISATA RELIGI

Makam Ke Pate Alos. sumber :  panitia HJB dan
http://suara-situbondo.blogspot.com/2017/08/forkapimda-ziarah-makam-pateh-alos-dan.html 

Makam Ki Pate Alos maupun berada di Kauman Barat atau Kampung Arab Besuki. Makam itu kini pada hari-hari tertentu banyak dikunjungi orang untuk ziarah. Pada setiap malam jumat, bahkan diadakan istighasah yang diikuti oleh ratusan jamaah.

Klenteng Poo Tong Biaw. 
Sumber:https://www.eastjava.com/east-java/tourism/situbondo/ina/poo-tong-biaw.html 

Keleteng Poo Tong Biaw adalah salah satu tempat ibadah Budha, yang terletak di Besuki, sekitar 35 Km dari kota Situbondo.
Layaknya bangunan ibadah umat Budha, kelenteng ini dipenuhi oleh banyak ornamen oriental dan cenderung ke warna merah.

WISATA KOTA TUA

Kediaman lama resident Besuki sebelum perpindahan ke Bondowoso (1927–1929).
Foto Koleksi TROPENMUSEUM. Sumber: id.wikipedia.org

Pemerintah Hindia Belanda memiliki beberapa karesidenan yang dikepalai oleh seorang residen. Salah satunya Karisednan Besuki, yang meliputi Probolinggo (kota dan kabupaten), Kabupaten Bondowoso, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Banyuwangi.

FASILITAS DESA BESUKI

BANK

  • Bank BCA : Jl. Raya Pasir Putih, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • Bank BRI : Jl. Raya Pasir Putih, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • Bank Mandiri : Jl. Niaga No No.65, Besuki, Situbondo Regency, East Java 68356

TEMPAT IBADAH

  • Masjid Besar Baiturrahman : Jl. Patimura, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • GKJW Bondowoso Pepanthan Besuki : Jl. Raya Kalianget No.45, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • GPDI Karmel : Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • Kelenteng Poo Thong Biaw : Dusun Pecinan, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356

SEKOLAH

  • SMA NEGERI 1 BESUKI : Jln. Gunung Ijen No. 09, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • SMP NEGERI 3 BESUKI : Jl. Gn. Ringgit, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • SD NEGERI 4 BESUKI : Jl. Ijen No.08, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • SMK BURHANUL ABRAR : JL. Gunung Krakatau, No. 11, Rawan Barat, 68356, Situbondo, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356

SWALAYAN DAN MINIMARKET

  • GOCAY : Jl. Panglima Sudirman No.5, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • INDOMARET dan ALFAMART di sepanjang Jalan Raya Besuki

FASILITAS KESEHATAN

  • RSUD BESUKI : Jl. Olahraga No.55, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • PUSKESMAS BESUKI : Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • RS JATiMED : Jl. Panglima Sudirman No.5, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356

FASILITAS LAIN

  • ALUN-ALUN BESUKI : Jl. Wiro Broto, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • KANTOR DESA BESUKI  : Jl. PB Sudirman No.6, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • PASAR BESUKI : Jl. Wiro Broto, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • PT. PLN (Persero) ULP Besuki : Jl. Gunng Ijen, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • TERMINAL BESUKI : Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • KANTOR POS : Jl. GN Ijen No.1, Besuki, Kec. Besuki, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur 68356
  • POLSEK BESUKI : Jl. Raya Paiton, Besuki, Situbondo Regency, East Java 68356

KONDISI UMUM BESUKI

Desa Besuki adalah salah satu desa yang berada di kecamatan Nesuki kabupaten Situbondo. Kondisi wilayah Desa Besuki adalah daerah pinggir pantai. Luas wilayah desa Besuki adalah ……m2, dengan jumlah penduduk kurang lebih 16.000 jiwa.

Batas wilayah Desa Besuki adalah sebagai berikut :

  • Sebelah utara         :  Desa Pesisir
  • Sebelah barat         :  Desa Kalianget, Kec. Banyuglugur
  • Sebelah Timur        :  Desa Demung
  • Sebelah Selatan    :  Desa Langkap

Desa Besuki memiliki lima dusun, yaitu :

  • Dusun Kauman
  • Dusun Rawan
  • Dusun Pecinan
  • Dusun Kota Timur
  • Dusun Paddeg

Mata pencaharian penduduk Desa Besuki adalah :

  • PNS
  • Pedagang
  • Wiraswasta
  • Petani
  • Nelayan
  • Dll

Agama yang dianut oleh penduduk Desa Besuki, yaitu:

  • Islam
  • Kristen Katolik
  • Kristen Protestan
  • Hindu
  • Buddha
  • Khonghucu
Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai